Balada Dompet Biru


Ketika sedang berjalan menuju kepulangan ke Kost,jam di tangan telah hampir menunjukkan pukul 0.00, dan saya barusan saja menemani Ummi Santi beserta keluarga jalan-jalan. Dari Bank di siang hari, di lanjutkan ke MOG untuk membetulkan kacamata kakak dan menemani Umar bermain. Perlahan-lahan, kecepatan motor saya kendalikan dengan tenang. Karena suasana perumahan yang sepi dan angin malam yang menerpa, setelah melewati Pos Satpam di bagian utara perumahan kost saya motorpun semakin perlahan saya kendarai.

Kemudian di saat mata sedang menahan kantuk,saya ingin menghindari sebuah benda yang ada di hadapan. Tak disangka, saya tersadar itu adalah dompet. Sebuah dompet biru yang tergeletak di tengah jalan. Saya mundurkan kebelakang, dan meyakinkan apakah itu benar-benar sebuah dompet. Dan Benar! itu adalah sebuah dompet seseorang yang terjatuh. Keputusan saya saat itu di bawa pulang saja segera. Untuk mengecek kelengkapan kartu identitas yang ada disana.

Sesampai di kost, saya segera membukanya dan mencari identitas yang ada. Yang pertama,saya melihat sebuah kartu langganan sebuah salon. Ya,memang pemiliknya adalah seorang ibu-ibu terlihat jelas disisi kanannya ada sebuah foto seorang ibu dan anaknya. Ada alamat dan 2 nomor telpon yang bisa saya hubungi keesokan harinya.Juga terdapat sebuah STNK motor juga KTP pemilik dompet tersebut. Dan saya mengambil keputusan untuk mengembalikannya di esok hari.

Di pagi harinya,sekitar jam 10an saya memutuskan untuk mencari alamat yang sesuai dengan kartu identitas yang ada di dompet tersebut. Berangkatlah saya menuju alamat tersebut, kesimpulan pertama menurut saya adalah mudah dan tidak sulit mencarinya. Ya, Karena alamat tersebut sepertinya mudah didapat dan ternyata perkiraan saya salah! Alamat yang saya cari begitu sulit. Saya memutari daerah tempat di daerah tersebut 3x berturut-turut. Hasilnya nihil! saya tidak menemukannya. Hampir 1jam lebih saya keliling di daerah sesuai yang ada pada identitas tersebut dan bertanya-tanya pada orang yang saya nemui. MasyaAlloh..sulit ternyata mencarinya..saya pun sejekan hopeless apakah alamat tersebut fiksi?Sudah saya hubungi nomor-nomor yang ada di kartu identitas tapi tidak bisa di hubungi juga..

Di tengah jalan saya renungi kembali, mungkin ada yang salah dengan apa yang saya baca. Dan benar,saya keliru!Astaghfirullah..seharusnya gang IX bukan XI, kemudian saya kembali untuk menuju kembali alamat yang benar. Dan Alhamdulillah,alamat yang saya dapatkan benar. Tapi sayang,saya tidak menemukan orangnya langsung. Hanya ada tetangganya yang bisa saya cari informasinya. Dari pemilik STNK,dan juga pemilik dompetnya dari tetangga yang ada di samping rumah pemilik tersebut.

Sebelum meninggalkan rumah pemilik dompet tersebut,saya sempat mencatat beberapa nomor yang dapat segera saya hubungi. Kemudian saya pamitan untuk kembali menuju kost dan berniat untuk membeli nomor HP yang baru. Karena saya memiliki nomor yang berbeda dengan yang mempunyai dompet, Saya berusaha untuk menjaga diri saya sendiri. Ketika dompet yang ada pada saya ini di temukan kembali,maka urusan akan selesai dan tidak menimbulkan masalah lagi.

Saya masih ingat, di dalam dompet tersebut terdapat banyak uang. Saya kaget, dan sedih merasa kasian terhadap empunya dompet tersebut. Saya akhirnya membeli nomor murah-murahan untuk bisa menghubungi pemiliknya. Tetapi kembali, nomor saya hubungi ternyata bukan tertuju langsung pada pemiliknya,tetapi orang lain beruntung saya mendapatkan nomor pemilikinya dari nomor sebelumnya. Dan saya berusaha untuk bisa menghubunginya.

Ternyata juga sulit! hampir 30 menit saya tidak mendapat jawaban. saya tinggal sejenak untuk beristarahat dan baru setelah ashar dapat jawaban. Jawaban dari pemiliknya yang merasa kehilangan dan shock karena dompet yang dia miliki sempat hilang. Dan saya segera memberitahunya bahwa dompet tersebut saya dapat kan semalam di tengah malam menuju kost.

Dan akhirnya,pemilik tersebut ingin menemui saya di sebuah tempat di depan warung makan Utara daerah kost saya. Saya ingin segera menemuinya dan memberikannya. Karena sangat tidak tenang dan terbawa mimpi juga karena tidak bisa mengambalikan dompet tersebut. Sekitar 5menit saya menunggu kedatangan pemiliknya. Dan Alhamdulillah, benar karena saya menghafal nomor plat motor yang dimiliki pemilik dompet tersebut.

.

Perjuangan saya seharian terbayar sudah. Saya menemukan pemiliknya, yang sempat bingung karena uang yang ada di dompet tersebut untuk membayar sekolah anaknya. Ya..Saya senang,mampu membantu ibu tersebut untuk menemukan kembali dompetnya dan mampu membayar uang sekolah untuk anaknya. Semoga Alloh memberikan kemudahan bagi anaknya untuk selalu menuntut ilmu..Amiin….

About these ads

8 comments on “Balada Dompet Biru

  1. Mochammad says:

    Dan semoga Alloh juga memberikan kemudahan buatmu yang sudah jujur dan mengembalikan barang yang ditemukan kepada yang berhak.
    :) Salam,

    Mochammad

    http://mochammad4s.wordpress.com/

  2. nengbiker says:

    ibuknya ngga punya anak cowok’a?
    kan lumayan buat si goder

    hihihi

  3. ciput says:

    Subhanallah. :applause:

  4. aRai says:

    berkat kebaikan bombom anaknya bisa melanjutkan sekolah … amien *melok melok*

  5. Andy MSE says:

    semoga ibu itu punya anak cew yg cantik dan baik hati…

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s