Kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 dalam joy flight tidak mengganggu hubungan bilateral Indonesia dengan Rusia. Kedua negara menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran di kemudian hari.
“Karena Sukhoi itu pesawat komersial, bukan untuk kebutuhan TNI,” kata Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan (Ka Baranahan) RI, Mayjen TNI Ediwan Prabowo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/5).
Sementara itu, Kepala Perwakilan JSC Rosoboronexport di Indonesia, Vadim Varaksin mengatakan ada dua tim SAR dari Rusia datang ke Indonesia untuk membantu evakuasi.
“Kami mengharapkan kerjasama tim SAR RI dan Rusia mendapatkan hasil yang jelas, termasuk penyebab pasti kecelakaan,” jelasnya.
Kemenhan Republik Indonesia dan Perwakilan Rusia, Rosoboronexport mengadakan penandatanganan kontrak Tank Amphibi BMP 3 F di Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Sumber: merdeka