Memotret rembulan


cantiknya sang rembulan

Memotret bulan ternyata berbeda dengan memotret objek lain di saat malam hari. Dulu, saya pernah memotret bintang yang bergerak atau star trail dengan komposisi bukaan diafragma paling kecil (20-32) Asa 100 dan speed Blurb. Dibutuhkan alat khusus dalam memotret bintang saat itu. 

Saat memotret bulan, saya juga mencoba dan gagal (trial and error). Hingga akhirnya teringat postingan mas McXoem yang pernah memotret satelit bumi ini. Bertanya tentang komposisi apa saja yang pas untuk memotretnya. Mulai dari Asa/ISO, speed, dan diafragma yang digunakan.

Selain komposisi pada kamera, lensa tele atau zoom juga mendukung dalam memotret keindahan bulan. Saya sangat bersyukur, mendapat pinjaman lensa 70-300mm dari adik saya. Hal ini memudahkan saya mendapatkan hasil jepretan yang baik.

Berikut, komposisi memotret bulan saat purnama:

Focal length: 300mm
ISO: 100
Speed: 1/500
F: 5.6

Thanks kk meksum atas bantuannya.

 

About these ads

3 comments on “Memotret rembulan

  1. sandynata says:

    yang agak hi-res ada gak?

  2. faziazen says:

    tengok kanan kiri

    ada werewolf ga ya? :D

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s