Berapa gaji PNS?

Berbicara mengenai pekerjaan, tentu tidak lepas dari persoalan pendapatan atau gaji yang diterima seorang tenaga kerja. Gaji dinikmati sebagai jerih payah dan hasil kerja keras pekerja setelah bekerja selama satu bulan.

Tidak semua pekerjaan menjanjikan pendapatan yang sesuai dengan harapan. Terkadang, pekerjaan yang diimpikan tidak selalu menawarkan dan memberikan gaji sesuai keinginan. Salah satunya adalah gaji pegawai negeri sipil (PNS), yang tentu tidak sebanding dengan tingginya minat masyarakat menjadi PNS. Continue reading

Ramayana adalah cerita epos dari India yang digubah oleh Walmiki atau Valmiki. MenurutEn.Wikipedia.org, Ramayana berasal dari dua kata yaitu Rāma dan Ayana yang berarti Perjalanan Rama. Kata Ramayana diambil dari bahasa Sanskerta.

Kisah Ramayana tidak hanya menetap di negara India saja, namun, kisah ini juga muncul di negara Indonesia khususnya di Jawa. Namun, apabila di India cerita ini mempunyai judul Ramayana saja, lain halnya di Jawa, cerita ini mempunyai judul Kakawin Ramayana. Di Malaysia juga memiliki cerita dengan unsur kata Ramayana yang judulnya adalah Hikayat Seri Rama. Continue reading

Beli tiket, Ketua FPI Bekasi dipanggil Habib Rizieq

Ketua Umum FPI Habib Rizieq akan memanggil Ketua Dewan Pimpinan Cabang FPI Bekasi, Murhali Barda. Hal ini terkait pembelian tiket konser Lady Gaga oleh FPI Bekasi.

“Nanti tentu ada mekanisme, yaitu dipanggil oleh Ketua Umum untuk dipertanyakan alasannya. Saya sendiri belum dengar soal itu,” ujar Ketua FPI DPW DKI Jakarta Habib Salim Alatas kepada merdeka.com, Selasa (22/5).

Pria yang akrab disapa Habib Selon menyebut bahwa pembelian tiket adalah hak dari wilayah cabang. Namun hal tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan tujuan dan alasannya kepada Ketua Umum.

“Nanti pasti akan ditanyakan alasan dan tujuannya beli tiket apa. Dan saya kira bukan sekadar untuk nonton,” terangnya.

Sebelumnya Ketua FPI Bekasi Murhali Barda mengaku sudah membeli 157 tiket konser Lady Gaga. Berbekal tiket tersebut, Barda dan anak buahnya akan membubarkan konser bila tetap jadi digelar.

Sumber: merdeka | Berita Terbaru

Analisa Lapan mengapa Sukhoi menabrak Gunung Salak

Berbagai analisa seputar jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor bermunculan. Salah satunya dari Thomas Djamaluddin, salah satu pakar dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan).

Berdasarkan data cuaca pada saat kejadian 9 Mei 2012 sekitar pukul 14.33 WIB, Thomas mengungkapkan, saat itu Gunung Salak sedang diliputi awan cumulonimbus yang menjulang setinggi 37.000 kaki (11,1 km). Awan cumulonimbus adalah sebuah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan sering mengakibatkan badai petir dan cuaca dingin lainnya.

Dia menguraikan, data MTSAT menunjukkan sekitar waktu kejadian, awan di sekitar Gunung Salak memang tampak sangat rapat dengan liputan awan lebih dari 70 persen. Analisis indeks konveksi yang bisa menggambarkan ketinggian awan juga menunjukkan indeks sekitar 30 yang bermakna adanya awan Cb (cumulo nimbus).

Data satelit itu, tambah dia, memberi gambaran bahwa saat kejadian, pesawat dikepung awan tebal yang menjulang tinggi. Dengan hadangan awan tersebut, pilot tentu saja akan mencari jalan keluar dari hadangan awan tersebut. Namun, pilihan untuk menaikkan ketinggian pesawat hingga 37.000 kaki dinilai Thomas tidak menjadi opsi pilot.

“Karena itu, pilihannya hanya mencari jalan ke kanan, kiri, atau bawah,” kata pria yang menjabat sebagai Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan tersebut seperti dikutip antara.

Itulah mengapa, menurut Thomas, pilot mengambil pilihan menurunkan ketinggian ke 6.000 kaki seperti yang dilaporkan ke petugas Air Traffic Control (ATC). Beberapa pertimbangan yang digunakan pilot Aleksandr Yablontsev kemungkinan didasarkan ada sedikit celah yang terlihat di bawah.

“Sayangnya pilot terlambat memperhitungkan risiko yang lebih fatal dengan topografi yang bergunung-gunung,” tukasnya.

Namun analisis ini, tegasnya, hanya berdasarkan data satelit cuaca, sekadar untuk memberi jawaban sementara berdasarkan data, bukan berdasarkan spekulasi yang tak berdasar. “Analisis komprehensif tentang faktor lainnya tentu kita nantikan dari analisis rekamanan penerbangan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), walau tentu saja faktor cuaca tetap tak dapat dikesampingkan,” kata Thomas.

Sumber: merdeka

Dua wartawan tersesat saat meliput di Gunung Salak

Dua wartawan tersesat dari tim saat berusaha mendekati lokasi penemuan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di lereng Gunung Salak. Lokasi dua wartawan tersebut saat ini sudah diketahui.

Dari informasi yang dihimpun merdeka.com, Jumat (11/5), lokasi dua wartawan yakni Ray Jordan (detik.com) dan Ade (Bali Post) saat ini sudah diketahui oleh Tim SAR. Namun karena lokasi penemuan mereka berada di tempat yang sulit dijangkau, mereka belum bisa bertemu dengan Tim SAR.

Jordan dan Ade berada di lembah sedangkan Tim SAR berada di lereng. Kondisi medan yang sulit ditambah gelapnya hutan membuat sulit penemuan dua wartawan itu.

Tim SAR berusaha menuntun Jordan dan Ade menuju tempat Tim SAR dengan menggunakan senter. Hingga saat ini Tim SAR masih berusaha menuntun keduanya di tengah rimbun dan gelapnya malam di Gunung Salak.

Hanya melalui teriakan cara dua wartawan tersebut berkomunikasi dengan Tim SAR.

Sumber: merdeka