sejenak mari kita merenung..sesibuk apa diri kita hari ini dan apa saja yang kita lakukan. Apakah kita melakukan pekerjaan kita terus menerus atau sudah melakukan rehat walaupun sejenak saja. Seberapa jauh kita mengenal kita, seberapa jauh kita memperhatikan diri kita bahkan seberapa jauh kita memikirkan dunia akhirat kita yang nantinya kita akan kekal di dalamnya. 2 jam, 1 jam, 30 menit, 15 menit, 5 menit, 30 detik atau 1 detik kita mengingat Rabb pencipta diri kita dan alam yang kita huni dan mengingat akhirat nanti? Continue reading
Tag Archives: Al-Qur’an
Mutiara 5 Hikmah #2
Umar r.a. berkata :
Ada lima golongan penghuni surga
Orang fakir yang menanggung hidup keluarga
Istri yang disayang oleh suaminya
Anak yang diridhai kedua orangtuanya
Calon istri yang mendermakan mahar kepada suaminya
Dan orang mukmin yang selalu bertobat pada Tuhannya Continue reading
Buah Cinta (1)
RINDU BERTEMU ALLAH
Faktor yang membawa rasa rindu adalah cinta, sehingga ada yang mengatakan “karena cintaku padanya, tumbuhlah rindu; karena mencintainya, ingin sekali aku bersua dengannya.”
Cinta adalah benih di hati, sedang rindu adalah salah satu buahnya. Posisi rindu dalam cinta sama dengan posisi lari dari kemarahan dan kebencian. Karena bila benci sesuatu, hati akan pergi menjauh. Bila cinta sesuatu, hati akan berlari menghampiri. Inilah gerak hati menuju Kekasih-nya. Karena kuatnya hubungan rindu dan cinta, satu sama lain saling menggantikan dan melengkapi. Continue reading
Hukum Menghubungkan Ayat Qur’an dengan Kejadian Alam
di tulisan sebelumnya membahas tentang tidak adanya hubungan antara Gempa/Kejadian Alam dengan Ayat-ayat al-Qur’an. dan tidak lama kemudian saya dapat comment dari saudara saya tentang Hukum menghubungkan ayat-ayat Al-Quran dengan Kejadian Alam berikut ini pembahasannya. Continue reading
Kupinang Engkau Dengan Al-Qur’an [renungan hati]
Pada jaman Rasulullah S.a.w proses pernikahan yang terjadi terkesan begitu mudah dan sederhana tanpa harus menunggu kemapanan dunia terlebih dahulu. Salah satu contohnya adalah ketika suatu saat Rasulullah S.a.w sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya, datanglah seorang wanita menghadap beliau lalu berkata. “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kedatangan saya ini tidak lain adalah untuk menghibahkan diriku kepadamu”.