Today,21 years Ago…


Dikisahkan, ketika melakukan pemantauan terhadap keadaan rakyatnya, Khalifah Abu Bakar RA dengan ditemani oleh beberapa sahabat memasuki lahan pertanian seseorang dari golongan Anshar. Ketika berada di tengah lahan pertanian itu, Abu Bakar melihat seekor burung terbang dari satu pohon kurma ke pohon kurma lainnya dan dari satu pohon ke pohon lainnya.

Ia pun duduk dan menangis. Para sahabat pun bertanya kepadanya, ”Wahai khalifah, apa gerangan yang terjadi pada dirimu?” Abu Bakar menjawab, ”Aku menangis karena burung itu. Ia terbang dengan enaknya dari satu pohon ke pohon lainnya, lalu datang ke sumber air dan hinggap di pohon, kemudian mati tanpa ada hisab dan tanpa ada azab. Aduhai, sekiranya aku menjadi burung.”

Penghisaban atas semua amal perbuatan adalah hal yang pasti bagi setiap manusia. Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya menegaskan bahwa hari penghitungan (yaum al-hisab) adalah haqq. Tidak ada seorang pun yang mampu menghindar dari penghisaban di akhirat kelak. Allah berfirman, ”Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka.” (QS 88: 25-26).

Ketika hari penghisaban tiba, tidak ada lagi saat untuk beramal. Karena itu, setiap manusia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi hari penghisaban dengan memperbanyak amal di dunia. Al-Imam Ali bin Abu Thalib berkata, ”Dunia itu selalu bergerak menjauh dari kehidupan manusia sedangkan akhirat selalu bergerak mendekatinya. Masing-masing dari keduanya mempunyai budak yang setia kepadanya. Maka, jadilah kamu sekalian sebagai budak akhirat dan janganlah kamu sekalian menjadi budak dunia. Sesungguhnya di dunia inilah tempat beramal dan tidak ada penghisaban sedangkan di akhirat nanti adalah saat penghisaban dan bukan tempat beramal.”

Amal yang akan menolong manusia di saat penghisaban nanti adalah amal saleh yang dilandasi dengan niat suci untuk mendapatkan ridha Allah semata. Karena itu, setiap manusia harus pandai melakukan evaluasi terhadap amal yang diperbuatnya di dunia.

Rasulullah SAW bersabda, ”Orang yang cerdas adalah orang yang pandai menghisab dirinya di dunia dan beramal untuk kehidupan setelah mati sedangkan orang yang bodoh adalah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan hanya suka berharap kepada Allah tanpa melakukan apa-apa.” (HR Tirmidzi).

Pernyataan senada ditegaskan Umar bin Khattab RA, ”Hisablah diri kamu sekalian sebelum dihisab oleh Allah. Dan berhias dirilah (dengan amal) untuk menghadapi ujian terbesar. Sesungguhnya, penghisaban di hari kiamat itu hanya akan terasa ringan bagi orang yang terbiasa menghisab dirinya di dunia.”

Kebiasaan menghisab diri adalah bukti ketakwaan seorang Mukmin. Dengan kebiasaan itu, semoga kita termasuk golongan yang ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya, ”Adapun orang yang diberikan kitab (catatan) amalnya dari sebelah kanannya, maka ia akan dihisab dengan penghisaban yang mudah.” (QS 84: 7-8).

——————————————————————————————————————————

Ya..Hari ini, 21 tahun yang lalu…ketika aku di lahirkan dari rahim seorang wanita yang mulia di mataku, wanita yang begitu sempurna seutuh hidupku dan selalu membimbingku. Aku di bimbing, dibelai, di manja juga di sayang. Cinta kasihnya dan doanya yang tercurahkan pada diriku hingga aku beranjak dewasa. Mama, perjuanganmu begitu panjang. Semoga Alloh senantiasa memulikanmu. Penuh sekali rintangan dalam mendidik anakmu ini, hari demi hari yang telah dilalui. Semoga pintu surga selalmu menantimu…

I Love U Mama..

Di hari ini pula, 21 tahun lalu.. Abah ku mendidikku dengan penuh kasih sayang, mengajarkan segala macam kehidupan yang begitu bermacam-macam. Memberikan kebenaran, mengajarkan ketegasan, juga ketegaran. Setiap hari yang telah dilalui selalu tercurahkan pada anak-anaknya. Keringat yang mengalir selalu kau persembahkan demi menghidupi keluarga ini. Kepada mama juga pada anak-anaknya. Abah, terima kasih ku ucapkan atas kerja kerasmu selama ini. Engkau adalah lelaki yang sempurna di mataku. Yang selalu kujadikan teladan selamaku hidup dunia. Terima kasih telah mengajarkan makna hidup dan segala sesuatunya yang ada di dunia dan akhirat. Semoga pintu surgaNya senantiasa terbuka untukmu. Dan engkau selalu dimuliakan olehNya..

I Love U Abah…

Hari ini..21 tahun yang lalu.. Alloh telah memberikanku kehidupan dan menjadikanku manusia yang menjadi khalifatul fil ardhi…

Bimbinglah langkah-langkah ini Ya Alloh…Hanya padaMu hamba Berserah…

Lakal Hamdu Ya Rabb…

Kepada Abah dan Mama yang senantiasa membimbing anaknya…

I Love You All…

I Love You All

I Love You All

2 comments on “Today,21 years Ago…

  1. arita says:

    barakallahulaka..semoga senantiasa istiqomah dan bermanfaat ya…..

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s