Renungan 2 Ramadhan [sebuah catatan kecil]


Perasaan rindu itu masih ada, antara percaya dan tidak masih saja menggelayuti alam pikiranku. Tapi aku berusaha untuk ikhlas dan tetap mendoakannya. Semoga beliau tetap bahagia disana. Amiin..

2 ramadhan 3 tahun lalu, selepas sholat dzuhur di masjid Kampus Raden Patah. Aku membaca sms dari ponselku:

Jar,coba tanya orang-orang pondok. tadi aku dapat kabar Ustadz Aji kecelakaan..

deg!jantungku berdebar-debar! benarkah? serius? aku mencoba untuk misscalled nomor beliau… Ya Alloh,ga aktif! Hati semakin bingung, apakah ini benar terjadi? ku coba untuk menelpon Kang Sutan dan menanyakan kebenaran dari berita tersebut.  Innalillahi wa inna ilayhi raji’un..ingin menangis rasanya,tapi tetap aku tahan. Hanya ada rasa rindu hebat yang tak terkira di dalam hati ini. Padahal baru kemarin sore, kami sempat bercanda dan melepas kangen menjelang berbuka. Tapi,pagi tadi beliau telah lebih dulu di panggil olehNya. Ya Alloh,kuatkan hati ini… bingung harus ke Rumah Sakit naik apa? motor sedang di pinjam dan baru kembali nanti😦 nekat! aku jalan kaki dulu saja keluar dari Masjid kampus. Berharap di tengah jalan bertemu dengan temanku yang sedang meminjam motorku itu.

Alhamdulillah. Alloh mendengarkan doaku..di tengah jalan temanku datang menghampiriku. Berangkatlah kami ke Rumah sakit untuk melihat jenazah beliau dimandikan. Di dalam perjalanan, masih teringat di pikiranku saat pertama kali di terima menjadi santri di pondok itu. Dengan senyumannya yang khas, keteduhan wajahnya masih terbayang di pikiranku. Ya Rabb..Secepat inikah..

Sampai di rumah sakit.. Segera aku bergegas mencari Kamar Jenazah,berharap masih bisa melihat jasadnya untuk terakhir kalinya. Dan ternyata, jenazah sudah disemayamkan di pondok. Kami harus bergegas menuju pondok, yang jaraknya 30 menit perjalanan motor. Bismillah! Aku ingin mengendarai motorku dengan cepat menuju pondok  tempat aku menjadi santri dahulu. 30 menit berlalu, aku sudah sampai di pondok dan terlihat banyak sekali orang-orang yang memadati masjid pondokku.

Terlihat di depan sebuah keranda hijau. bertuliskan Laa ilaha illallah.. Ini nyata! ini Bukan mimpi! aku harus mengikhlaskannya. Kebersamaan dengannya dahulu, nasehatnya, ilmunya akan selalu terpatri dihatiku. Ya Rabbi,tegarkan hati ini…aku mencoba untuk bisa menahan air mata ini agar tidak keluar, hanya doa yang mampu kupanjatkan kepada Alloh untuk beliau.. Allahummaghfirlahum wa’afini wa’ fuanhum..

Senja sore itu begitu terasa syahdu, tenang, seakan mengantarkan mujahid Alloh kembali ke tempat istirahatnya yang terakhir. Selamat Jalan Ustadz, Sahabatku, Kakakku tercinta…..

_____________________________________________________________________________

2 ramadhan di setiap tahunnya,aku merasakan kerinduan itu. Pelajaran nasyid pertama kali yang almarhum berikan kepadaku adalah nasyid “Al-anbiya” dari tim nasyid Snada. Dan nasyid Damba dari Suara Persaudaraan, ketika itu nasyid tersebut masih di dalam proses rekaman. Aku tak menyangka, saat ini menjadi bagian dari seorang nasyider. Menyampaikan syair-syair dakwah kepada setiap orang.

Sampai sekarang, ketika rindu itu melanda akan aku obati dengan mendengarkan nasyid-nasyid dari Suara Persaudaraan. Semoga beliau senantiasa tersenyum di sana. Amiin…

fajar_embun

In Memorian Siswaji Purba..

Mas Reka dan Almarhum Siswaji Purba

Mas Reka dan Almarhum Siswaji Purba

18 comments on “Renungan 2 Ramadhan [sebuah catatan kecil]

  1. Zhoya says:

    Semoga amal ibadahnya di terima di sisi Allah Subhana Wata’ala…
    Salam kenal🙂

  2. sHaa says:

    pengen ketemu mas Fajar😀

  3. lilik purwanungsih says:

    mudah2an diampuni dosa2 nya dan diterima amal ibadahnya Amin………..!
    almarhum yg mana le………kok fotonya dua org?

  4. pinkparis says:

    turut berduka cita …..

  5. AngelNdutz says:

    semua pasti kembali kepada-Nya..ikhlas yah🙂

  6. Putri says:

    yep, death is something REAL! Wherever we go we will cope with it, but yet we dont know when it comes. That is a thing beyond our control oh not IT IS NONE OF OUR BUSINESS, so that is why Death is something good also..reminding about our death will help us not to be arrogant in this life..WHO THE HELL WE ARE?? just give the best for the living and hold to Allah, then we will just fine for our death.
    *lagi bener tetehmu*

  7. iqbal says:

    Kini kehadiran mu sangat dinanti bagi kami yang merindukan kebersamaan dengan mu, sosok mu dulu yang begitu teduh dan penuh ketegasan, dan engkau menghadap sang Khaliq, selamat jalan wahai sang pembimbing……
    Semoga engkau selalu bahagia di sisi Nya.

  8. Faye says:

    Saya juga setiap Ramadhan teringat seseorang…
    Orang yang jadi teman pertama saya sejak saya menetap di Banjarmasin😦

  9. oryza says:

    Alhamdulillah akhirnya ane nemu blognya alumni Ar Rohmah, ane angkatan ’09,syukron info infonya di atas

  10. fajarembun says:

    ya yang menebar kasih itu..liat di blog ini..sprtinya ada juga..

  11. pratamadiaz says:

    assw.. saya orang baru di dunia nasyid
    dan baru mengenal islam
    dan baru tau ada grup nasyid Suara persaudaraan
    dan saya baru tau juga kalo personilnya sudah meninggal
    alm, mas siswaji purba yang mana y ?
    yang pake baju biru atau yang bertopi ?
    lalu apakah para personil lainnya masih ada ? dan apakh keberadaan mereka saat ini masih berkontribusi dalam bernasyid ?

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s