Kupinang Engkau Dengan Al-Qur’an [renungan hati]


Pada jaman Rasulullah S.a.w proses pernikahan yang terjadi terkesan begitu mudah dan sederhana tanpa harus menunggu kemapanan dunia terlebih dahulu. Salah satu contohnya adalah ketika suatu saat Rasulullah S.a.w sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya, datanglah seorang wanita menghadap beliau lalu berkata. “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kedatangan saya ini tidak lain adalah untuk menghibahkan  diriku kepadamu”.

Maka Rasulullah pun memperhatikan wanita itu dengan seksama. Kemudian beliau hanya mengangguk-anggukkan kepala saja tanpa berkomentar.  Melihat hal itu wanita tersebut paham bahwa Rasulullah belum menghendaki dirinya. Wanita itu lalu duduk. Tak berapa lama kemudian bangkitlah salah seorang sahabat Rasulullah dan berkata :

” Ya Rasulullah, jika engkau tak menginginkannya maka nikahkanlah ia denganku saja.

Rasulullah bertanya kepada lelaki tersebut, “Apakah engkau mempunyai sesuatu (untuk mahar)?”

Ia menjawab, “Demi Allah saya tidak  memiliki apa-apa ya Rasulullah.”

“Pergi dan temuilah keluargamu, barangkali kamu mendapatkan sesuatu disana.” Pinta beliau. Lelaki itupun mengikuti saran Rasulullah S.a.w.

Tak berapa lama kemudian ia kembali lagi lalu berkata,

“Demi Allah saya tidak mendapati sesuatupun disana”. Rasulullah S.a.w bersabda :”Lihatlah kembali, walau hanya sekedar cincin besi.”

Iapun pulang, lalu kembali menemui Rasulullah, seraya berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, saya tidak mendapati apa-apa disana walau  sekedar cincin besi sekalipun. Tetapi ini saya mempunyai kain sarung.”Lelaki itu  bermaksud membagi kain sarung yang dipakainya menjadi dua bagian, separuh untuknya, sisanya untuk mahar.

Beliau S.a.w bersabda “Apa yang hendak engkau lakukan dengan kainmu itu ? Jika engkau mengenakannya, ia tidak dapat menggunakan sisa kainnya, demikian pula jika ia mengenakannya engkau tidak  dapat menggunakan sisa kainnya.”

Rupanya kain tersebut hanya cukup untuk satu orang, jika dibagi dua justru tidak dapat dimanfaatkan untuk menutup aurat. Maka laki-laki itupun duduk dalam jangka waktu yang lama, kemudian bangkit dan pergi meninggalkan tempatnya.

Melihat hal itu Rasulullah S.a.w menyuruh seseorang untuk memanggilnya kembali, dan menanyakan apakah ia mempunyai hafalan Al Qur`an. Setelah laki-laki tersebut menyebutkan hapalan Al Qur`an yang dimilikinya, beliau S.a.w bersabda,

“Pergilah, aku telah berikan wanita itu kepadamu dengan hapalan Al Qur`an yang engkau miliki.”

Demikianlah kemudahan menikah pada jaman kenabian.
Adakah yang ingin mencontohnya ? Wallahu a’lam

_________________________________________________________________________________

Di zaman yang modern ini, mungkin harta dan tahta menjadi tolak ukur seseorang untuk dapat dijadikan maharnya. Tapi sangat sedikit sekali yang memiliki mahar dengan sebuah hafalan al-Qur’an. Meminang dengan al-Qur’an bukan berarti meminang dengan seluruh hafalan yang ada akan tetapi memberikan mahar dengan mengajarkan kandungan, isi, amalan yang ada di dalam al-Qur’an kepada sang istri. Alhamdulillah, beberapa sahabat ayas pada akad pernikahannya meminang dengan surat Ar-Rahman yang begitu indah makna dan isinya. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.

semoga ayas dapat meminang seorang permaisuri hati dengan Ayat-Ayat di dalam al-Qur’an..

fajar_embun

24 comments on “Kupinang Engkau Dengan Al-Qur’an [renungan hati]

  1. abinehanafi says:

    emmmmmm……. kapan jadinya?
    jangan lupa undangannya ya….

  2. pinkparis says:

    sweet, andai bisa semudah itu🙂

  3. Faye says:

    co cweet… >_< ngomong2 lagu yang jadi judul tulisan ini juga bagus😀

  4. sagung says:

    Hohoho. *dreamy*
    Emang cewek “jaman sekarang” masih ada yang mau dikasih mahar gitu? Ckckckck

  5. zam.web.id says:

    jadi kapan fajarembun menikah?🙂

  6. Iklan Gratis says:

    Subhanallah ..
    sangat indah rasanya dapat mahar dengan hafalan AlQuran di jaman seperti ini ..

    Iklan Baris

  7. binamuslim says:

    assalamu’alaikum akhi …

    kayaknya mau nikah antum yah ..hehehe..

    akhi add blog ana dong…

  8. diazhandsome says:

    ntar kalo gw menikah, mau pake apa dong? hafalan alquran gw gak bagus-bagus banget.

  9. g0d3r says:

    ada yg mau nikah sepertinya…*siyul-siyul*

  10. Putri says:

    ya ya terimakasih, ternyata adekku yang satu ini menuliskan ini untuk saya yang insya Allah akan segera Walimah. Makasih ya dek..
    Btw, ke Bali nyok abis lebaran! Hahahahha..

  11. dipta says:

    assalamu’alaikum,
    mas fajar, masih inget saya kagak?
    adik kelas sewaktu masih sma di arrohmah, seangkatan ama tafdhil
    saya td gak sengaja browsing ketemu blog ini,
    gmana kabarnya sekarang??

    • fajarembun says:

      wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh..
      wah..wah..kok keren gitu ketemunya..haha…😆 Alhamdulillah dip..masih ingat kok..dari sidoarjo tho? Alhamdulillah kabar sekarang sehat..kamu gmn?

  12. rani says:

    pemberian yang diberikan kepada istri berupa harta atau selainnya dengan sebab pernikahan tidak selalu identik dengan uang, emas, atau segala sesuatu yang bersifat keduniaan. Namun, mahar bisa berupa apapun yang bernilai dan diridhai istri selama bukan perkara yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam

  13. chicay says:

    ^_^ subhanaallah indah

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s