Komitmen Dengan Suara Hati


Semua manusia punya potensi untuk sukses. Semua manusia memiliki peluang untuk menjadi pemenang. Untuk mendapatkan kesuksesan dan kemenangan besar sangat tergantung seberapa bersungguh-sungguh mau menyiapkan mental dan kinerja untuk mewujudkannya. Menyiapkan mental sukses tak kalah pentingnya dengan membangun kinerja produktifitas. Karena mental merupakan landasan yang harus di bangun dengan sangat kokoh.

Milikilah keyakinan yang bulat bahwa siapapun mampu meraih kesuksesan dan kemenangan gemilang. Apapun kondisi saat ini. Meski pirang menganggap kita orang bodoh. Meski orang mengidentifikasikan sebagai orang melarat. Atau bahkan segudang anggapan buruk orang lain yang bersifat merendahkan atau meremehkan, segera di lupakan! tak usah di pedulikan. Karena semua manusia memiliki peluang untuk berubah dan membuktikan bahwa kita lebih handal dari orang lain.

Yang terpenting adalah dari sekarang buatlah target hidup. Tentukan sasaran yang jelas, rumuskan tindakan operasionalnya. Setelah itu bangun komitmen dengan diri sendiri. Wujudkan bagunan komitmen itu dengan bersikap tegas pada diri sendiri.  Kebanyakan orang lain melakukan kesalahan, Namun terlalu pesimis dan begitu mudah memberikan pemaafan pada dirinya sendiri. Bahkan walau dirinya melakukan kesalahan berat sekalipun.

Keberhasilan sangat erat dengan kemampuang berkomitmen dengan diri. Coba dihitung, dalam sehari berapa kali melanggar janji yang telah ditetapkan sendiri. Berapa kali menunda kegiatan yang telah direncanakan sendiri. Berapa kali menipu diri sendiri. Saatnya kita renungkan seua tindakan atas diri kita. Setelah muncul kesadaran bahwa ternyata begitu seringnya menjadi pencundang pada diri sendiri, akan terana nikmat saat mengucapkan istighfar. Akan mengalir begitu indahnya ratapan permohonan ampun kepada Alloh. Mulai terasa kebutuhan untuk menegakkan komitmen dalam diri ini.

“Maka tetaplah engkau di jalan yang benar, sebagaimana yang telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat terhadap apa yang kamu kerjakan”(Qs. Huud: 112)

Memang, untuk berkomitmen pada diri sendiri membutuhkan pengorbanan dan jiwa besar. Berkomitmen pada diri sendiri termasuk jihadul akbar. Merupakan perang besar yang akan terus berlangsung hingga akhir hayat. karena di perlukan kontrak diri yang jelas, di perlukan mujahadah, di perlukan totalitas kejujuran, dan di butuhkan ekstra kesabaran. Ketika komitmen diri telah di tetapkan, di perlukan perjuangan untuk menjaga komitmen yang telah dibuat. Kemudian disandarkan sepenuhnya kepada Allah.

“…Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Alloh.Sungguh, Allah Mencintai orang yang bertawakal.”(Qs. Ali Imran: 159)

Sebagaimana keunikan yang di kisahkan oleh Ibnu Hajar Atsqalani. Ibnu Hajar dikenal sebagai anak yang teramat bodoh. Bahkan dia sendiri merasakannya. Meski telah menuntut ilmu bertahun-tahun, namun di rasakan tak satupun pelajaran yang bisa di terima oleh otaknya. Kendati bertahun-tahun beranjak meningkat ilmu yang didapat namun dia rasakan tidak ada ilmu yang nyangkut pada dirinya. Bahkan cemoohan dan rapor merah melekat pada dirinya. Karena itu Ibnu Hajar memutuskan untuk berhenti belajar dan kembali pulang ke kampung halaman.

Dalam perjalanan pulang ketika beristirahat, dia melihat batu hitam yang terkena tetesan air dari sumber pegunungan. Melihat hal itu dia membangkitkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki peluang untuk sukses. Ketika melihat batu hitam bisa berlobang hanya karena terkena tetesan air secara terus menerus, menumbuhkan kesadaran dirinya. Ia yakin, kalau batu hitam yang keras cadas saja bisa berlobang hanya dengan tetesan air, maka sebodoh apapun dia, otak yang dimilikinya mampu menerima ilmu apapun bila dia belajar sungguh-sungguh. Maka kembalilah ibnu hajar untuk kembali menuntut ilmu.

Ketika Ibnu Hajar telah menetapkan tujuan dan berkomitmen untuk mewujudkan impian, kemudian ia merubah keyakinannya bahwa ia pasti bisa sukses, dalam waktu singkat Ibnu Hajar berubah menjadi seorang yang memiliki prestasi gemilang. Meski Ibnu Hajar telah lama meninggal, karya-karya besarnya membuktikan bukti sejarah yang memukau. Ibnu Hajar menjadi sosok ilmuan yang sangat di segani pada masanya dan karyanya menjadi referensi generasi ke generasi hingga kini.

Ternyata keyakinan merupakan kekuatan yang dahsyat. Keyakinan bisa merubah seorang yang bodoh mejadi sangat jenius. Keyakinan bisa merubah orang melarat menjadi kaya raya. Keyakinan mampu membangkitkan komitmen tinggi pada hati nurani. Dengan komitmen yang telah di bangun dengan hati nurani mejadikan potensi raksasa yang tependan dalam diri bisa di wujudkan dalam dunia nyata.

One comment on “Komitmen Dengan Suara Hati

  1. guss says:

    sip.. komitmen untuk kebaikan..

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s