Hm..Semua Begitu Indah..


Selama ini saya perjalanan hidup saya di tempuh untuk menuntut ilmu. Saya harus rela meninggalkan kota kelahiran saya Bontang untuk kemudian merantau ke Balikpapan dan pada akhirnya saya sampai juga pada sebuah kota di belahan timur pulau Jawa dengan hawa yang dingin dan di kelilingi oleh banyak pergunungan.

Malang, ya kota Malang atau saat ini di kenal Ngalam adalah kota yang mampu memberikan saya arti hidup dan juga mendewasakan diri saya. Saya renungkan diri ini, hamper 8 tahun berlalu hari-hari saya habiskan di kota Malang. Sejak SMA yang saat itu saya putuskan untuk menyantri di Hidayatullah Malang hingga kuliah saat ini.

Tentu saja banyak sekali pengalaman indah,manis,asam pahitnya sebuah kehidupan. Tapi itu belumlah seberapa., karena itu adalah sebuah fase kehidupan saja. Dan semuanya berlalu begitu cepat dan tidak terkira. Waktu bergulir seiring bertambahnya umur dan memaknai kehidupan ini.

Hari-hari menjalani kuliah, dulu saya pernah menjadi aktivis kampus,hehe..dan sengaja saya lepaskan kesibukan itu dan beralih untuk focus pada dunia nasyid yang memang telah menjadi hobby saya sejak masa SMP sewaktu di Balikpapan dan berlanjut ke Malang disaat saya bertemu juga akrab pada tim nasyid senior, Suara Persaudaraan. Saat itu salah satu personilnya adalah pengasuh saya dan sejak saat itulah kemampuan saya dari hobby mampu mengantarkan saya menjadi seorang nasyider.

Seiring berjalannya waktu saya pun akhirnya banyak mengenal rekan-rekan dan sahabat dari tim nasyid lain baik dari kota Malang, juga kota lainnya. Hal itu menjadi semakin asyik ketika diri ini mengenal kehidupan kampus yang serba bebas berinteraksi. Sehingga saya akrab dengan rekan-rekan lainnya.

Embun, adalah kendaraan tim nasyid saya yang mendewasakan saya dan kawan-kawan sejak awal bergabung hingga saat kami memutuskan untuk berkarya dan mamasukkan karya kami ke sebuah studio rekaman di kota Malang. Alhamdulillah,impian yang sejak dulu di dambakan terealisasi.

Nasyid di Malang dapat di bilang bertumbuh dengan stagnan. Karena jika di lihat kembali saat itu hanya ada beberapa tim nasyid yang suaranya bergema dari satu acara ke acara lain, dari walimah satu ke walimah lain atau dari satu seminar ke seminar lain.

Salah satu tim yang begitu dekat dengan tim Embun adalah AsySyifa. Sepak terjang mereka di dunia nasyid kampus berkembang pesat, terbukti juga begitu produktif dalam regenerasi yang sampai saat ini tetap eksis dalam menyampaikan dakwah dengan nasyid. Saya terbilang sering membantu teman-teman AsySyifa dalam melakukan performance pada sebuah acara,karena kekurangan personil sebab salah satu personilnya sedang sibuk atau berhalangan.

Begitu juga dengan Embun yang terkadang jika memang terpepet harus ‘mentransfer’ personilnya dikarenakan ada halangan pada salah satu personil Embun. Hal itulah yang menjadikan persahabatan antara Embun dan AsySyifa begitu erat dan saling mendukung sesame tim. Mungkin saya adalah ‘humas’ bagi tim saya. Karena sering sekali berintraksi dengan mereka, sebab sejak kami sering ‘transfer mentransfer’ personil saya menjadi akrab dengan salah satu personilnya. Dan keakraban itu berlanjut hingga saat ini.

Burhan, adalah sahabat saya yang sangat akrab dengan saya. Kami sering bersms’an chatting dan juga saya pernah bermain ke rumahnya untuk berlatih nasyid. Sejak saat itu saya merasa begitu dekat. Sering curhat bercanda bahkan bernarsis ria ketika disaat berjalan bersama pada sebuah Mal, saya memutuskan untuk membeli sebuah tripod camera digital saya. Dan sering sekali kami berphoto ria atau memotret banyak sekali moment-moment terdahulu.

Hingga suatu saat  saya diminta untuk menjadi photographer pada acara Bicara bijak dengan Shafa, ATR dari Bandung. Dari situ pula saya menjadi akrab pada sebuah ibu dari salah satu ATR di Malang,Umar. Dan Ibu yang selalu ceria itu adalah Ibu Santi. Saya renungi kembali selama ini, mas Burhan lah yang berjasa dalam mengeratkan tali silaturrahmi antara saya dengan mereka.

Persahabatan dari pertemuan sederhana berlanjut sampai saat ini. Subhanallah, Allah telah mengatur ini semua menjadi  begitu indah. Persahabatan itu menjadi layaknya keluarga yang penuh suka cita, tawa dan haru sangat indah. Ya, begutu indah sekali.. saya tidak pernah terbayang betapa akrabnya kami. Mengenal mereka merupakan sebuah kesyukuran yang tiada terbatas. Karena dari situlah sebuah kedewasaan menjadi semakin matang. Keakraban kami sudah seperti keluarga. Ummi Santi dengan keluaganya selalu menghiasi hari-hari saya. Menemani Umar, menjadi baby sitter buat Umar yang bertumbuh dewasa merupakan keindahan dan kebanggaan yang tiada terkira di hati saya.

Banyak sekali kisah-kisah indah yang mungkin tak bisa saya tuliskan pada satu tulisan ini. Namun pada intinya semua begitu indah.. Subhanallah,wal Hamdulillah…semoga persahabatan ini akan terjaga hingga akhir hayat nanti. Saya begitu bersyukur telah mengenal mereka, karena dari situlah saya banyak belajar arti sebuah kehidupan, mampu banyak bersyukur bahkan menitikkan air mata. Subhanallah…:mrgreen:

Candaan-candaan juga sering kami lakukan yang menjadi trade mark adalah Ummi sebagai jurangannya, saya dan mas Burhan menjadi bodyguardnya. Kemanapun kami pergi memang tidak pernah terlepas. Hehe..apalagi jika sudah menjaga Umar yang bermain. Saya sebagai bodyguarnya akan menemani Umar dari serunya main mungkin sampai Umar tertidur. Jika sudah tertidur, pastilah saya akan menggotongnya jika sudah pulang nanti.😀

Subhanallah, salah satu dari bodyguardnya kini telah menggenapkan separo diennya, tinggal saya bodyguard yang satu lagi yang akan segera menyusul..hehe..:)Betapa indah perhabatan ini. Jika di kiaskan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata,bisa jadi benar.. Karena sangatlah indah dan begitu manis.. semoga Allah senantiasa menyatukan kita dalam kekuatan iman dan indahnya kasih saying dari Nya….amiin..

12 comments on “Hm..Semua Begitu Indah..

  1. YoHang says:

    Sudah 8 tahun di Malang tho :O (worship)😀
    Btw wah nasyid,, sebenarnya ane dulu sejak SMA (bahkan masih sampai kini) juga ingin buat tim nasyid (sudah hampir jadi malah). Tapi…😥

    Kalau sekarang malah tidak ada temannya. Masalahnya ane inginnya yang haroki jedug-jedug, hehehe😀

    Btw link blog ane diupdate ya akh, ke http://yohang.net😀

  2. iLLa says:

    wohh… kirain ngomongin putri donat, sampe judulnya yg `indah indah`:mrgreen:
    jadi kapan balik Malang lagi bom?? ga kangen Umar ta?

    • fajarembun says:

      jiaah..kak iLLa..hahhaa…

      ..ane pulang akhir september..kuangeeeeen buanget ama Umar..di MMS terus ma Ummi santi kalo ada sesuatu dari Umar…hiks…kangen…😥

  3. Faye says:

    tinggal saya bodyguard yang satu lagi yang akan segera menyusul..

    aheeemmmmm… =))

    ngebaca ini inget mbak kosku yang baru lulus, dia ngeliat maba pada sibuk katanya kangen temen-temennya yang udah lulus duluan, pengen kumpul lagi kayak waktu dia baru pertama kali masuk kuliah =)

  4. KutuBacaBuku says:

    curhat mas? hehehe … hidup ini memang terlalu indah untuk dikenang, skarang saatnya mengabadikan kenangan itu dengan meninggalkan kenangan baik untuk anak cucu kita (hahaha, kutu lebayyy)

  5. ciput says:

    Pesantren Hidayatullah itu pusatnya di balikpapan ya? karena kemarin saya dikarimun menemui juga pesantren hidayatullah.

  6. abinehanafi says:

    “tinggal saya bodyguard yang satu lagi yang akan segera menyusul”

    Kapan nyusulnya…..? kok lama banget???

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s