Koprol dan Kurator


Apasih Koprol? Menurut pandangan saya sih koprol itu sebenarnya adalah salah satu social network yang di buat oleh anak bangsa Indonesia dan kemudian berkembang lalu berkolaborasi dengan Yahoo! sehingga sampai detik ini Koprol menjadi social network yang berkerjasama dengan Yahoo! Indonesia dan mungin dengan Yahoo! Asia. saya pun joint dengan Koprol pada bulan Mei 2009, saat lagi rame-ramenya di milis bloggerngalam meminta menyetor ID accont di Koprol. Dan bisa dipastikan saat itu Koprol masih jarang yang online.

Koprol sangat berbeda dengan social networking lainnya yang berbasis micro blogging. Hampir menyerupai foursquare tapi menurut pandangan saya sangat berbeda jauh! Menurut saya pribadi sih secara harfiah *halah Koprol adalah gerakan menggelinding kedepan suatu gerakan entah senam atau olahraga mungkin juga atraksi😆 Jadi,bisa di simpulkan dalam Koprol,kita ‘bergelinding’ dari satu tempat ke tempat lain dan kemudian teman-teman kita lah yang memberikan komentar,sebab ada kolom tersendiri untuk berkomentar pada setiap post yang kita buat secara pribadi.

Berkomunikasi di dalam Koprol juga berbeda dengan social network yang lain. Berbeda dengan Plurk atau Twitter dua basic social network yang berbasis sama-sama mikro blogging memiliki 140 karakter tulisan juga pada setiap postnya. Plurk sendiri adalah mikro blogging yang di hiasi oleh Karma dan emoticon yang lucu-lucu, Karma itu sendiri menurut saya adalah tingkat eksis nya kita pada dunia Plurk yang juga pada peningkatan Karma-nya kita bisa memilih hewan micro plurk yang bermacam-macam.

Berkomunikasi disana juga menggunakan fasilitas comment pada setiap thread yang kita buat. Jadi Koprol sama dengan Plurk?Beda! sangat beda,klo di Plurk memberikan comment dengan cara berbicara dengan teman yang di ajak ngobrol dan di ‘tag’ itu hanya berlaku pada thread tersebut dan tidak secara langsung kita tersummon.Meskipun ada unread,itupun terbagi manjadi 3 bagian:My Plurk,Private,All Plurk sehingga kita bisa memfilter unread yang kita punya. Di Koprol bagaimana?nah,di Koprol juga berbeda, kita berbicara memang di dalam sebuah post dan dari comment situ,salah satu fitur dalam Koprol adalah ‘tag’ online yang ketika kita tersummon oleh teman kita maka otomatis akan menjadikan account kita masuk kedalam unread. Bisa di pastikan juga berpuluh-puluh unread bisa kita dapatkan tergantung dari siapa saja yang akan “summon” account kita.

Kayak twitter dong?sekali beda tetap beda!(taser) apalagi twitter,yang memang social network pemula sebelum Plurk. Twitter,tidak memiliki emoticon,dan tidak punya fasilitas comment, twitter lebih banyak menggunakan tweet nya yang terbatas 140 karakter saja,selebih itu ya buat saja sambungan  tweet berikutnya😀 hehehe..twitter,memang murni sebuah micro blogging, jika melakukan ‘summon’ kepada teman anda lakukan saja selama cukup 140 karakter kalau tidak terus lanjutkan pada tweet sebelumnya dan pola komunikasinya juga tidak seperti Koprol,akan tetapi twitter lebih mengedepankan berkomunikasi secara person to person melalu tweet pemilik account tersebut.

Oleh karena itu, segala sesuatu pasti ada tempatnya apalagi pada dunia maya sebaiknya sebagai pengguna bermacam-macam social networking kita harus menggunakannya pada masing-masing fasilitas setiap bentuk social network tersebut. Jangan disama ratakan,yang Plurk kayak Twitter atau Koprol di samakan dengan Twitter. Beda sodara! sekali lagi beda! bijaklah dalam menggunakan account di masing-masing social network tersebut sebelum para kakak-kakak senior pada marah. heheee.

Terus,Kurator itu apa?Kurator adalah mereka yang mendapatkan ‘kehormatan’ oleh pihak Yahoo! Koprol untuk dapat membuat/create sebuah tempat. Kurator itu sendiri terbagi-bagi ada yang hanya bisa membuat/create sebuah tempat dan ada yang bisa keduanya. Membuat dan menyetujui/menolak sebuah tempat. Sehingga user Koprol bisa check-in di suatu tempat yang sesuai dengan peta google nya atau maps google nya tidak asal-asalan dan bersifat pribadi. Menurut pandangan saya sih, mereka para Kurator yang menyetujui sebuah place sehinga tidak terjadi junk place atau bogus place hal itulah yang menjadikan Koprol sangat berbeda dengan social network lain yang berbasis check in place.

Gambar di atas ini adalah ketika mendapat kesempatan untuk menjadi Kurator. dan inilah tempat-tempat pertama yang harus saya Submit,Reject atau Skip. Dan sejak saat itu gaya ngoprol saya berbeda karena lebih banyak harus mereview tempat mana saja yang harus di setujui,di lewati atau di tolak dalam suggest place. Dalam menjadi Kurator,kita tidak bisa bebas mengklik tombol Submit karena perlu ada kriteria sendiri bagi saya jika ingin menyetujui sebuah tempat. Antara lain, Memperhatikan EYD banyak sekali place yang di suggest secara asal-asalan. Menggunakan huruf besar semua, atau besar semua,sebagai contoh gambar di atas “Perumahan Sigura Hill Malang” sudah sesuai dengan EYD dan merupakan sebuah area perumahan. Berbeda dengan “savira residence” meskipun sama-sama area perumahan tetapi tidak melihat EYD jadi bisa di simpulkan tempat mana yang mana yang harus saya Submit dan mana yang saya Reject.

Kemudian memperhatikan Karakteristik Place, apakah bentuk place tersebut. Apakah sebuah tempat publik,kantor,area,rumah ibadah,resotran,dll. Saya juga memperhatikan Place in Maps *halah opo ae.. maksud saya adalah seperti apa posisi mana yang benar atau jauh dari yang benar,oleh karena itu sebagai Kurator perlu sekali untuk membenarkannya.

Keluhan selama ini adalah begitu banyak tempat di suggest oleh para creator baru yang secara asal dan bersifat pribadi. Bahkan tidak jelas info place tersebut,sehingga menyulitkan bagi saya sendiri untuk memberikan submit pada place yang di suggest oleh para creator. Dan juga titik pada Place in Maps yang sangat jauh dari sesungguhnya hampir sebagian seperti itu dan menjadikan saya untuk lebih memilih untuk men-skip place yang di tambahkan tersebut. Inilah beberapa tempat yang sempat saya screen shot karena beberapa keunikan..

macam-macam add place "Pasar"

APARAT (Apartemen Akhwat) @ Depok

Di atas ini membuat saya kaget sekali.. haha…ternyata ada-ada aja suggest place yang di buat oleh creator. Dan yang satu ini menjadikan saya ngiler banget.. “Kedai Jalangkote” nyaaam~ Jalangkote adalah makanan khas dari Makassar,bentuknya sih hampir sama dengan kue snack pastel tetapi perbedaannya dari cara masaknya..*begitu kata sumber yang terpercaya..hiyah

Kedai Jalangkote @ Maros

Itulah beberapa place yang menurut saya unik saat beberapa hari mendapat ‘kehormatan’ dari Koprol,menjadi Kurator. Seru,unik dan pastinya harus rajin dan teliti. Oleh karena saya harapkan dan mungkin juga Kurator yang lain mengharapkan beberapa hal kepada para creator place di Koprol ini. Antara lain:

  • Memperhatikan EYD pada setiap place yang di suggest jangan memakai huruf  alay sembarangan,atau huruf besar semua.
  • Bijak dalam suggest place jangan membuat: My Home, Baiti Jannati, Kostku, Toilet,dll bisa di pastikan para Kurator lain pasti dengan penuh keyakinan dan kesungguhan segera mengklik tombol Reject tersebut dan jika memberikan sebuah suggest place pribadi dan memberikan nomor pribadi, siap-siap aja di sms spam kalau anda kurang beruntung…
  • Memperhatikan Place in Maps titik pada peta harus tepat,karena Koprol telah memudahakan dengan 3 pilihan view untuk menambahkan place seperti Maps,Sattelite,Hybird yang dapat memudahkan Kurator untuk mengecek dan submit place yang anda suggest -kan.
  • Buatlah suggest place yang berguna untuk orang lain. Mungkin saat ini hanya sebagian kecil saja yang mengerti tempat itu, akan tetapi beberapa bulan berikutnya beberapa tahun ke depan pasti tempat tersebut akan bermanfaat.

Semoga tulisan ini mampu memberikan saran juga kritik bagi mereka para creator yang masih belum mengerti bagaimana sebaiknya membuat sebuah place yang bermanfaat dan tidak sekedar sebuah place junk sehingga Koprol jauh dari place sampah seperti social network lainnya.  Keep Healthy Koprol, No Junk,No Spam, No SARA..Enjoying Koproling

22 comments on “Koprol dan Kurator

  1. fahroe says:

    klo add perempatan jalan gimana om seperti http://www.koprol.com/places/41260,.. boleh ga?

  2. brofahroe says:

    mau PERTAMAX tapi kok kena moderasi yaaaa

  3. Nisa says:

    kapan hari Q malah nemu place KOTAK CURHAT :))
    lgsg pencet tombol merah😀

  4. Ratri says:

    waaaah, sip banget mas fajar embun
    ayok ngoprol yang baik dan benarrr

  5. Selamat ngoprolisasi…

  6. sandynata says:

    salam! *kurator nubie*

  7. ciput says:

    Selamat menjadi kurator…

  8. hujaemi says:

    kalo kita reject permintaan tempat kan disuruh kasih alasan… kadang suka bingung mau pake bahasa enggres atau bahasa Indonesia… mau pake bahasa enggres takut salah, mau pake bahasa Indonesia jg takut yg meriksanya ga ngerti, kan sekarang udah punya yahoo, perusahaan internasional😀
    hihihi

  9. clinicoustic says:

    aku kapan ya bisa jadi kurator? hehehe *ngarep juga😀

  10. Cukup banyak venue venue yang kurang bermanfaat sih sebenarnya, banyak yang nggak jelas, so ane buat versi sangat lokal dari kota ane, tak kasih foto, diskripsi selengkap mungkin, juga petanya…🙂

  11. […] ulasan lain tentang kurator dan koprol […]

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s