Haloooo

Halo, sepertinya berbulan-bulan bahkan genap setahun lebih tidak update blog ini. Kesibukan memang menjadi alasan utama. Riwa-riwi dari suatu kota ke suatu kota lainnya memang sedikit menjadi hobi. hehehee.

Semoga bisa kembali memberikan semangat untuk menulis. Menceritakan sebuah cerita kecil ke dalam blog ini. Semoga di hari ini lebih baik dari hari kemarin.

 

Salam.

fajarembun:

Padahal ketua MUI bukan Umar Syihab…

Originally posted on Moslemsunnah.Wordpress.com:

BEKASI– Di lokasi pengajian, preman bayaran menyebarkan brosur Fatwa MUI yang menyatakan Syi’ah sebagai mazhab Islam yang tidak sesat. Padahal fatwa MUI yang asli dan sah menyatakan ada lima kesesatan utama Syi’ah dalam hal akidah.

Empat orang preman bayaran tertangkap basah menyebarkan fatwa MUI palsu kepada jamaah tabligh akbar “Membongkar Kekufuran Syi’ah” di Masjid Jami’ Amar Ma’ruf Bulak Kapal, Bekasi Timur, Ahad (22/5/2011).

Selebaran bertajuk “Fatwa Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia): Syi’ah Sah Sebagai Mazhab Islam.” Brosur yang dicetak di atas kertas HVS putih dengan tinta hitam ini dibagikan kepada jamaah bersamaan dengan dipasangnya spanduk sponsor Majelis Ukhuwah Sunni-Syi’ah (MUHSIN) di seberang masjid.

View original 687 more words

fajarembun:

Indonesia Linux Conference 2012 Malang

Originally posted on Sandy / suryadi / Nata:

Indonesia Linux Conference 2012 (ILC2012) Malang

Warga AREMA harus bangga bahwa untuk tahun ini Kota Malang terpilih menjadi host konferensi nasional Linux 2012 / Indonesia Linux Conference 2012 (ILC2012). Event tahunan komunitas/pengguna dan praktisi Linux se-Indonesia ini memiliki beberapa acara yaitu:

Lomba Blog

Lomba tentang kreatifitas menulis seputar “Gerakan Indonesia Go Open Source!” yang dituangkan dalam dunia maya. Info lengkap

Diskusi Panel

Kegiatan ini merupakan diskusi panel terbuka dengan tema “Penggunaan FOSS dalam meningkatkan martabat dan kemandirian bangsa”, peserta terdiri dari undangan yang mewakili bidang pemerintahan, pendidikan, pebisnis dan komunitas.

Hari/tanggal : Sabtu, 1 September 2012
Tempat : Kampus ABM (STIE Malangkucecwara)
Fasilitas :

  • IDR Rp. 10.000 (Sertifikat, Softdrink, Snack)
  • IDR Rp. 20.000 (Majalah InfoLinux, Sertifikat, Softdrink, Snack)

Info lengkap

Linux Open Draw

Tema Lomba ini adalah “Gerakan Indonesia Go Open Source !” sesuai dengan tujuan besar KPLI (Komunitas Pengguna Linux Indonesia) Malang yaitu untuk mengkampanyekan penggunaan Software berbasis Open Source secara…

View original 392 more words

Berapa gaji PNS?

Berbicara mengenai pekerjaan, tentu tidak lepas dari persoalan pendapatan atau gaji yang diterima seorang tenaga kerja. Gaji dinikmati sebagai jerih payah dan hasil kerja keras pekerja setelah bekerja selama satu bulan.

Tidak semua pekerjaan menjanjikan pendapatan yang sesuai dengan harapan. Terkadang, pekerjaan yang diimpikan tidak selalu menawarkan dan memberikan gaji sesuai keinginan. Salah satunya adalah gaji pegawai negeri sipil (PNS), yang tentu tidak sebanding dengan tingginya minat masyarakat menjadi PNS. Continue reading

Beli tiket, Ketua FPI Bekasi dipanggil Habib Rizieq

Ketua Umum FPI Habib Rizieq akan memanggil Ketua Dewan Pimpinan Cabang FPI Bekasi, Murhali Barda. Hal ini terkait pembelian tiket konser Lady Gaga oleh FPI Bekasi.

“Nanti tentu ada mekanisme, yaitu dipanggil oleh Ketua Umum untuk dipertanyakan alasannya. Saya sendiri belum dengar soal itu,” ujar Ketua FPI DPW DKI Jakarta Habib Salim Alatas kepada merdeka.com, Selasa (22/5).

Pria yang akrab disapa Habib Selon menyebut bahwa pembelian tiket adalah hak dari wilayah cabang. Namun hal tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan tujuan dan alasannya kepada Ketua Umum.

“Nanti pasti akan ditanyakan alasan dan tujuannya beli tiket apa. Dan saya kira bukan sekadar untuk nonton,” terangnya.

Sebelumnya Ketua FPI Bekasi Murhali Barda mengaku sudah membeli 157 tiket konser Lady Gaga. Berbekal tiket tersebut, Barda dan anak buahnya akan membubarkan konser bila tetap jadi digelar.

Sumber: merdeka | Berita Terbaru

Analisa Lapan mengapa Sukhoi menabrak Gunung Salak

Berbagai analisa seputar jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor bermunculan. Salah satunya dari Thomas Djamaluddin, salah satu pakar dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan).

Berdasarkan data cuaca pada saat kejadian 9 Mei 2012 sekitar pukul 14.33 WIB, Thomas mengungkapkan, saat itu Gunung Salak sedang diliputi awan cumulonimbus yang menjulang setinggi 37.000 kaki (11,1 km). Awan cumulonimbus adalah sebuah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan sering mengakibatkan badai petir dan cuaca dingin lainnya.

Dia menguraikan, data MTSAT menunjukkan sekitar waktu kejadian, awan di sekitar Gunung Salak memang tampak sangat rapat dengan liputan awan lebih dari 70 persen. Analisis indeks konveksi yang bisa menggambarkan ketinggian awan juga menunjukkan indeks sekitar 30 yang bermakna adanya awan Cb (cumulo nimbus).

Data satelit itu, tambah dia, memberi gambaran bahwa saat kejadian, pesawat dikepung awan tebal yang menjulang tinggi. Dengan hadangan awan tersebut, pilot tentu saja akan mencari jalan keluar dari hadangan awan tersebut. Namun, pilihan untuk menaikkan ketinggian pesawat hingga 37.000 kaki dinilai Thomas tidak menjadi opsi pilot.

“Karena itu, pilihannya hanya mencari jalan ke kanan, kiri, atau bawah,” kata pria yang menjabat sebagai Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan tersebut seperti dikutip antara.

Itulah mengapa, menurut Thomas, pilot mengambil pilihan menurunkan ketinggian ke 6.000 kaki seperti yang dilaporkan ke petugas Air Traffic Control (ATC). Beberapa pertimbangan yang digunakan pilot Aleksandr Yablontsev kemungkinan didasarkan ada sedikit celah yang terlihat di bawah.

“Sayangnya pilot terlambat memperhitungkan risiko yang lebih fatal dengan topografi yang bergunung-gunung,” tukasnya.

Namun analisis ini, tegasnya, hanya berdasarkan data satelit cuaca, sekadar untuk memberi jawaban sementara berdasarkan data, bukan berdasarkan spekulasi yang tak berdasar. “Analisis komprehensif tentang faktor lainnya tentu kita nantikan dari analisis rekamanan penerbangan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), walau tentu saja faktor cuaca tetap tak dapat dikesampingkan,” kata Thomas.

Sumber: merdeka